Rabu, 19 April 2017

Legenda gunung bromo dalam bahasa inggris

Hundreds of years ago, during the reign of the last king of Majapahit, Brawijaya, one of the King’s wives gave birth to a girl, who was named Roro Anteng. Later this young princess married Joko Seger, who came from a Brahman caste. Because of an unfortunate situation the couple was forced to leave the kingdom. They settled down in the mountain area. They ruled the area and named it “Tengger”, which was derived from the couples’ names: Roro Anteng and Joko Seger.
After several years the region flourished in prosperity, but Roro Anteng and Joko Seger were unhappy because they did not have a child. Frustrated, they climbed the top of the mountain and prayed night and day hoping that the gods would listen. The prayer was heard and Betoro Bromo promised them many children. However, the couple had to promise that they would sacrifice their youngest child in return.
Roro Anteng gave birth to a child, then another, and another. In the end Roro Anteng and Joko Seger got 25 children. Soon it was time for them to sacrifice the youngest child, Kesuma, but the parents just could not do it. They tried to hide the child, but an eruption happened and Kesuma fell into the crater. There was silence before they heard a voice: “I have to be sacrificed so that you will all stay alive. From now on, you should arrange an annual offering ceremony on the 14th of Kesodo (the twelfth month of Tenggerese calender.”It was Kesuma’s voice. Kesuma’s brothers and sisters held the offering ceremony every year. Instead of a human being, these people collected fruit, vegetables, rice and meat to be offered to the gods. And this has been done generation after generation until today.

#By Riska dian

Materi direct and indirect speech

Direct and Indirect Speech, yang juga kita kenal dengan istilah lain yaitu Reported Speech. Direct Speect adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara dan jika ditulis kalimat tersebut akan diberi tanda kutip. Sedangkan Indirect Speech adalah kalimat yang kita laporkan kepada orang lain secara tidak langsung dan tanpa diberi koma.
Contoh:
Reporting verb: Tono says,
Reported words ”I’m very good at English” Tense yang harus kita perhatikan dalam pola ini yaitu:
Direct Speech:
Simple Present Tense
Present Continuous Tense
Present Perfect Tense
Present Perfect Continuous Tense
Simple Past Tense
Simple Future Tense
Future Continouos Tense
Conditional
Indirect Speech:Simple Past Tense
Past Continuous Tense
Past Perfect Tense
Past Perfect Continuous Tense
Past Perfect Tense
Past Future Tense/Conditional
Past Future Continuous Tense (Conditional Continuous)
Conditional
Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya,
Contoh :
He said, “The sun rises in the east” → He said that the sun rises in the east.
PERUBAHAN ADVERB OF TIME (KETERANGAN WAKTU) YANG PERLU DIPERHATIKAN:
Direct  :                                               Indirect :
Now                                        →        Then
Today                                      →        That day
Tonight                                    →        That night
This week                                →        That week
Yesterday                                →        The day before
The day before yesterday       →        Two days before
Last night                                →        The night before
Last week/year                        →        The previous week/year
A year ago                               →        A year before/The previous year
Three years ago                       →        Three years before
Tomorrow                               →        The next day/The following day
The day after tomorrow          →        In two day’s time/The following day
Next week/year                       →        The following week/year
On Sunday                              →        On Sunday
Here                                        →        There
This book                                →        The book
This                                         →        That
These                                       →        Those
Over there                               →        Over there
*etc.
PERUBAHAN-PERUBAHAN AUXILIARIES (KATA BANTU) YANG HARUS DIPERHATIKAN:
Can      →        Could
May     →        Might
Might  →        Might
Must    →        Would have to (kegiatan yang akan datang)/had to (keharusan yang biasa)
*etc.
Contoh:
The man said, “I must mend the wall next week”
The man said that he would have to mend the wall the following week.
Pria itu mengatakan bahwa dia harus memperbaiki dinding minggu berikutnya.
The girl said, ” I must wash my hands before eating”
The girl said that she had to wash her hands before eating.
Gadis itu berkata bahwa dia harus mencuci tangannya sebelum makan.
*etc.
Direct and Indirect Speech ada 3 macam:
1. Statement (Pernyataan) yang menggunakan “that”
He said, “we will go to Singapore tomorrow”
He said that they would go to Singapore the next day.
Bob said, ” I’m a university student”
Bob said that he was a university student.

2. Command (Perintah) menambahkan kata “to” sebagai penghubung kalimat melaporkan dengan yang dilaporkan. “not to” dalam perintah negatif.

He told me, “wait for me !”
He told me to wait for him.
She told me, “don’t cheat anymore !”
She told me not to cheat anymore.

3. Question (Pertanyaan) jika kalimat dari jenis “yes or no question”, maka bentuk laporannya menggunakan if atau whether.

Ina asked me, “Do you really love me?”
Ina asked me if/whether I really loved her.
Mixed type:
Contoh:
Anton asked me, “what’s happening to you ? You look so pale”
Anton asked me what was happening to me as I looked so pale.
Catatan: Past Tense kadang-kadang tidak berubah dalam percakapan.

EXAMPLE DIRECT AND INDIRECT SPEECH :
1.      D : She says to her friend, “ I have been reading “
I : She says to her friend that he has been reading
2.      D : He will say, “ The girl wasn’t ugly “
I : He will tell them that the girl wasn’t ugly
3.      D : Reza said, “ I’m very sleepy “
I : Reza said that he was very sleepy
4.      D : He has told you, “ I am writing “
I : He has told you that he is writing
5.      D : Mother said to her son, “ study hard “
I : Mothe advised her son to study hard
6.      D : My friend said to me, “ I don’t like football “
I : My friend said to me that he didn’t like football
7.      D : She said, “ I didn’t go to campus
I : She said that she hadn’t gone to campus this morning
8.      D : Rikza says, “ I have seen that movies “
I : Rikza says that she has seen that movies
9.      D : Mother asked her, “ Don’t go there alone “
I : Mother asked her not to go there alone
10.  D : Father asked robi, “ Don’t smoke too much “
I : Father asked robi not to smoke too much


#By Riska dian

Selasa, 18 April 2017

pangeran mendung


Pagi meruapkan aroma yang khas, dingin membisu, penuh magis yang bisa membuat orang-orang tertegun pada indahnya mentari bangkit dari persembunyiannya. Seusai shalat subuh, aku segera menyambar segala aktivitas pagi. Mandi dan bersiap ke sekolah. Itu sudah aku lakukan selama 11 tahun ini. Sekarang aku sudah duduk di kelas 2 madrasah aliah.

Namaku Fania, gadis berusia 16 tahun dengan segala imaji seorang anak baru gede. Dan tentu saja sudah mengenal sebuah kata yang sudah kudapati di segala majalah, tv, koran, bahkan yang sering didendangkan teman-temanku di kelas. Ya, cinta.

Aku mulai memasuki gerbang sekolah dengan matic hitamku. Segera kuparkir tungganganku ini tepat di bawah pohon depan sekolah, parkiran. Tak sampai lima menit aku merapikan jilbab yang sudah lumayan berantakan karena terpaan angin selama di motor tadi. Setelah keluar dari area parkir, aku berjalan menyusuri rerumputan taman sekolah. Seperti angin yang tiba-tiba berhembus di pagi yang dingin itu, sesosok lewat begitu saja di depanku.

Hampir menyambar tas mukena yang kubawa. Aku tersentak dan menghentikan langkahku.
“eh maaf, ya. Aku gak lihat-lihat tadi. Kamu gak apa-apa, kan?” ujarnya sambil menatapku dengan mata sipitnya.
“iya gak apa-apa, kok.” Jawabku pintas saja.
“syukurlah. kalo gitu aku duluan ya.” Tanpa menunggu jawabanku, dia segera berlari menerobos dinginnya pagi.
Ia begitu tergesa-gesa di senin ini. Pemandangan unik bagiku. Kenapa itu unik? Unik dalam arti lain sih, hihi. Dia adalah Adri, anak ipa yang menurutku lumayan cuek. Sosok yang aku kagumi. Semua itu berawal dari sebuah seminar.
Kala itu, aku lagi semangat-semangatnya di kelas. Kenapa semangat? Ya karena pelajarannya asyik, bahasa jepang. Pelajaran kedua favoritku setelah bahasa inggris.

Bagiku belajar bahasa adalah belajar tentang dunia. Itulah kenapa aku memilih jurusan bahasa di sekolah ini. Karena satu, aku ingin keliling dunia. Gak mustahil dong. Tiba-tiba seorang kakak kelas yang tidak lain adalah ketua osis memberiku kode untuk keluar kelas. Dia memberiku secarik kertas berisi undangan untuk mengikuti sebuah seminar yang dilaksanakan di salah satu kampus di daerahku.


“kamu ikut ya, Fan. Ntar temen-temen dari jurusan lain ada juga kok.” Kak Pito sedikit memelas.
“aku pikir-pikir dulu ya, kak. Besok aku kabarin deh.”
“oke sip. Aku tunggu ya.” Dia segera berlalu dari hadapanku.
Lagi-lagi seminar. Tahu kan? Harus duduk manis di sebuah ruangan sambil mendengar pemateri memaparkan penjelasannya, setelah itu mengajukan sebuah pertanyaan dan pulang dengan sebuah amplop putih tipis. Sebenarnya aku ingin, tapi sedikit enggan.

 Karena saat itu aku tengah dipusingkan oleh setumpukan tugas yang mulai merajalela di meja belajarku. Itu sangat membuatku pusing sampai-sampai permen sekaleng pun bisa habis karena kepusingan ini. Aneh bukan?

Aku dan sembilan teman lainnya segera bergegas masuk ke ruangan yang bisa dibilang cukup luas itu. Ternyata ini adalah ruang serbaguna di kampus ini. Aku mengambil tempat duduk tepat di sebelah Adri. Sengaja sih, hihi. Dan nyatanya, prasangka cuek yang aku labelkan padanya sedikit terkikis dengan keramahannya saat kami membahas beberapa argumen dari para pemateri.

Kami terlihat begitu akrab untuk tipe orang yang baru saja berkenalan. Bagiku itu adalah kesempatan yang sangat langka.
Ada sedikit kelegaan saat menerima tawaran untuk ikut seminar ini. Saat aku tahu Adri juga ikut, tanpa pikir panjang lagi aku segera berlari ke arah Kak Pito yang saat itu tengah bersiap untuk pulang.


“eh eh tunggu bentar, Kak.” Aku sedikit terengah-engah.
“ada apa, Fan?”
“iya kak, aku mau ikut seminar itu.”
“bener nih? Kalo gitu besok pagi standby di sekolah jam 8 ya. On time lho.”
“pasti, kak.”


Setelah berakhirnya hari itu aku tahu, Adri adalah tipe orang yang menyenangkan. Dia sedikit humoris, kritis, tapi satu yang sedikit aku tak suka. Dia orangnya datar, terlihat tidak peduli. Terutama saat aku mengirimkan pesan singkat untuk menanyakan beberapa hal.

To: Adri, Sent at 07.25 p.m
Assalamualaikum
Ini bener nmornya Adri?

Ada sedikit perasaan takut. Entah takut karena apa. Saat aku merebahkan tubuh ini di atas ranjang dengan seprai ungu, handponeku bergetar tanpa nada. Ada pesan masuk.

From : Adri, Received at 07.30 p.m
Waalaikumsalam. Iya bener, ini siapa?
Segera jemari ini langsung menekan tombol-tombol qwerty. Ada secuil rasa senang di hati.

To : Adri, Sent at 07.32 p.m
Oh enggak. Aku cmn mastiin aja. Ini aku Fania.

Satu jam kemudian balasan darinya tak kunjung masuk. Seketika rasa malas mulai melanda. Tak sampai lima menit aku sudah terlelap. Padahal jam di kamarku baru menunjukkan pukul 08.05 p.m.

Entah sudah berapa banyak pesan singkat yang ku kirimkan dari ponselku ini. Dan setiap jawabannya selalu sama, hanya singkat dan datar-datar saja. Tujuanku hanya satu, ingin mengenalnya lebih dekat. Dan entah kenapa, hati ini mulai tertarik pada sosok misteriusnya.

Aku ingin ia menoleh pada sisi ini, sisi di mana aku bersembunyi. Tapi ku rasa harapan itu perlahan memudar. Ia mengetahui rasa ini tapi tak menggubrisnya.
Ingin sekali ku teriakkan beberapa kata tepat di telinganya, “apa kamu tak berpikir? Betapa sakit jika kau sudah membuat setangkai bunga mekar tapi malah meninggalkannya tanpa setetes cinta kasih.” Tapi mustahil bila kalimat itu sampai padanya. Aku lebih memilih untuk bersembunyi.

Menyesal dan menyesal, membuat tulisan yang bisa dibacanya namun tak pernah dimaknainya. Tapi apapun itu, aku akan tetap ada di sini, di sisi ini. Sampai akhirnya ia menoleh dan memberi setetes cinta dan kasih itu.

#By Riska dian


materi agama tentang sifat riya'

Menurut bahasa riya’ berarti pamer, memperlihatkan, memamerkan, atau ingin memperlihatkan yang bukan sebenarnya. Sedangkan menurut istilah riya’ dapat didefinisikan “memperlihatkan suatu ibadah dan amal shalih kepada orang lain, bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain Allah, dengan harapan agar mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.” Sementara  memperdengarkan ucapan tentang ibadah dan amal salehnya kepada orang lain disebut sum’ah (ingin didengar).

Riya’ dan sum’ah merupakan perbuatan tercela dan merupakan syirik kecil yang hukumnya haram. Riya’ sebagai salah satu sifat orang munafik yang seharusnya dijauhi oleh orang mukmin. Simak QS. An Nisa’ : 142 :

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

Artinya : “Sesungguhnya orang-rang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud riya’ ( dengan shalat itu ) dihadapan manusia, dan tidaklah mereka dzkiri kepada Allah kecuali sedikit sekali.”

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bercerita, ”Di hari kiamat nanti ada orang yang mati syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka. Lalu orang itu melakukan protes, ‘Wahai Tuhanku, aku ini telah mati syahid dalam perjuangan membela agama-Mu, mengapa aku dimasukkan ke neraka?’ Allah menjawab, ‘Kamu berdusta dalam berjuang. Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain, agar dirimu dikatakan sebagai pemberani. Dan, apabila pujian itu telah dikatakan oleh mereka, maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu’.”
Orang yang berjuang atau beribadah demi sesuatu yang bukan ikhlas karena Allah SWT, dalam agama disebut riya. Sepintas, sifat riya merupakan perkara yang sepele, namun akibatnya sangat fatal. Sifat riya dapat memberangus seluruh amal kebaikan, bagaikan air hujan yang menimpa debu di atas bebatuan. Allah SWT berfirman :

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُوراً

Artinya : ”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”. (QS. Al-Furqan : 23)

Abu Hurairah r.a. juga pernah mendengar Rasulullah bersabda :
”Banyak orang yang berpuasa, namun tidak memperoleh sesuatu dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga, dan banyak pula orang yang melakukan shalat malam yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali tidak tidur semalaman.”

Begitu dahsyatnya penyakit riya ini, hingga pernah seseorang bertanya kepada Rasulullah, ”Apakah keselamatan itu?” Jawab Rasulullah, ”Apabila kamu tidak menipu Allah.” Orang tersebut bertanya lagi, ”Bagaimana menipu Allah itu?” Rasulullah menjawab, ”Apabila kamu melakukan suatu amal yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepadamu, maka kamu menghendaki amal itu untuk selain Allah.”

Meskipun riya sangat berbahaya, tidak sedikit di antara kita yang teperdaya oleh penyakit hati ini. Kini tidak mudah untuk menemukan orang yang benar-benar ikhlas beribadah kepada Allah tanpa adanya pamrih dari manusia atau tujuan lainnya, baik dalam masalah ibadah, muamalah, ataupun perjuangan. Meskipun kadarnya berbeda-beda antara satu dan lainnya, tujuannya tetap sama: ingin menunjukkan amaliyahnya, ibadah, dan segala aktivitasnya di hadapan manusia.

Secara tegas Rasulullah pernah bersabda, ”Takutlah kamu kepada syirik kecil.” Para shahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan syirik kecil?” Rasulullah berkata, ”Yaitu sifat riya. Kelak di hari pembalasan, Allah mengatakan kepada mereka yang memiliki sifat riya, ‘pergilah kalian kepada mereka, di mana kalian pernah memperlihatkan amal kalian kepada mereka semasa di dunia. Lihatlah apakah kalian memperoleh imbalan pahala dari mereka’
Antara amal perbuatan yang diredhai oleh Allah dengan amal perbuatan riya’ dapat dibedakan sebagai berikut :

Amal perbuatan yang diridhai Allah
a. Niat karena Allah
b. Ikhlas
c. Sesuai dengan kemampuan
d. Tidak pilih kasih
e. Rahmat bagi seluruh alam

Amal perbuatan riya’
a. Niat bukan karena Allah
b. Tidak ikhlas
c. Mengada-ada
d. Pilih kasih
e. Ingin dipuji
f. Mengharap imbalan


#By Riska dian

Keterkaitan Dasar Negara dengan Konstitusi


1.      Pengertian Dasar Negara
Dalam Ensiklopedi Indonesia, kata ³dasar´ (filsafat) berarti asal yang pertama. Bila dihubungkandengan negara (dasar negara), kata ³dasar´ berarti pedoman dalam mengatur kehidupanpenyelenggaraan ketatanegaraan negara yang mencakup berbagai bidang kehidupan.

Bagi bangsa Indonesia, dasar negara yang dianut adalah Pancasila. Dalam tinjauan yuridiskonstitusional, Pancasila sebagai dasar negara berkedudukan sebagai norma obyektif dan normatertinggi dalam negara, serta sebagai sumber segala sumber hukum sebagaimana tertuang di dalamTAP.MPRS No. XX/MPRS/1966,jo.TAP.MPR No.V/MPR/1973,jo.TAP.MPR No.IX/MPR/1978.

Penegasan kembali Pancasila sebagai dasar Negara tercantum dalam TAP.MPRNo.XVIII/MPR/1998.


2.      Pengertian Konstitusi
Konstitusi atau Undang-Undang Dasar ? Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasamenerjemahkan kata Inggris constitution (konstitusi) dengan Undang-Undang Dasar. Kesulitanpemakaian istilah ³Undang-Undang Dasar´ adalah bahwa kita langsung membayangkan suatunaskah tertulis, karena semua Undang-Undang dasar adalah suatu naskah tertulis. 

Padahal istilah³constitution´ lebih luas, yaitu keseluruhan peraturan- baik yang tertulis maupun tidak tertulis- yangmengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat.Undang-Undang Dasar adalah konstitusi yang tertulis, sedangkan konstitusi memuat baik peraturantertulis maupun tidak tertulis. 

Para penyusun UUD 1945 menganut pikiran yang sama; dalampenjelasan UUD 1945 dikatakan : ³Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagianhukum dasar negara itu. Undang-Undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis, sedang disampingnya Undang-Undang Dasar tersebut berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis, yaituaturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara, meskipuntidak tertulis´. 

Hukum dasar tidak tertulis disebut Konvensi.Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar, cita-cita, dantujuan negara yang tertuang dalam Mukadimah atau Pembukaan Undang-Undang Dasar suatunegara. Dari dasar negara inilah kehidupan negara yang dituangkan dalam bentuk peraturanperundang-undangan diatur dan diwujudkan. Salah satu perwujudan dalam mengatur danmenyelenggarakan kehidupan ketatanegaraan suatu negara adalah dalam bentuk Konstitusi atauUndang-Undang Dasar.


KONSTITUSI NEGARA
1.      PENGERTIAN KONSTITUSI 
Secara etimologis, istilah konstotusi berasal dari bahasa perancis ³ Constituer´ yang artinyamembentuk. Dalam kaitan ini, konstitusi diartikan sebagai pembentuk Negara. Dalam bahasabelanda Konstitusi disamakan denganistilah Grundwet (Grund = Dasar, Wet = Undang-undang)Berikut ini endapat beberapa ahli mengenai pengertia kunstitusi, Yaitu ;
a.        Herman Heller Konstitusi mempunyai arti yang lebih luas daripada undang-undang Dasar. Konstitusi tidah hanyabersifat yuridis, tetapi mengandung pengertian sosiologisdan politis
b.       Oliver CromwellUndang-undang Dasar itu merupakan ³instrumen of govermen´, yaitu bahwa Undang-undang dibuatsebagai pegangan untuk memerintah. Dalam arti ini, Konstitusi identik dengan Undang-undangdasar.
c.        F. LassalleKonstitusi sesungguhnya menggambarkan hubungan antara kaekuasaan yang terdapat didalammasyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata didalam masyarakat, misalnyakepala negara, angkatan perang, partai politik, buruh tani, pegawai, dan sebagainya.
d.       Prayudi AtmosudirdjoKonstitusi adalah hasil atau produk sejarah dan proses perjuangan bangsa yang bersangkutan,Konstitusi merupakan rumusan dari filsafat, cita-cita, kehendak dan perjuangan suatu bangsa.Konstitusi adalah cermin dari jiwa, jalan pikiran, mentalitas dan kebudayaan suatu bangsa.

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa konstitusi memiliki dua pengertian yaitu :
1. Konstitusi dalam arti sempti, yaitu sebagai hukum dasar yang tertulis atau undang-undang Dasar.
2. Konstitusi dalan arti luas, yaitu sebagai hukum dasar yang tertulis atau undang-undang Dasar danhukum dasar yang tidak tertulis / Konvensi.Konvensi sebagai aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraanbearnegara mempunyai sifat ;

a. Merupakan kebiasaan yang berulangkali dalam prektek penyelenggaaraan Negara.

b. Tidak beartentangan dengan hukum dasar tertulis/Undang-undang Dasar dan bearjalan sejajar

c. Diterima oleh rakyat negara.

d. Bersifat melengkapi sehingga memungkinkan sebagai aturan dasar yang tidak terdapat dalamUndang-undang Dasar.

Konstitusi sebagiai hukum dasar memuat aturan-aturan dasar atau pokok-pokok penyelenggaraanbernegara, yang masih bersifat umum atau bersifat garis besar dan perlu dijabarkan lebih lanjutkedalam norma hukum dibawahnya. 

Apabila dikaitkan dengan teori jenjang norma hukum dari Hans Nawiaski, maka dasar negarapancasila sebagai Staatfundamentalnorm/norma fundamental negara, dan undang-undang dasar negara 1945 sebagai staatgrundgesetz / aturan dasar / pokok negara.


#By Riska dian

rasanya hanya sekejap ku mengenalmu

Di pagi hari yang cerah. Aku dan sahabat ku berjalan bersama kesekolah. Di setiap perjalanan kami selalu tertawa dan bercanda. Hari-hari ku pun ku jalani bersama nya. Di setiap aku sedih dia selalu menghibur ku, dia pun selau bercerita kepadaku Dan dia lah tempatku mencurahkan isi hatiku.

Ia sangatlah baik dan pengertian,berbeda dengan teman-temanku yang lain.Mereka tidaklah menyukai aku, mereka selalu mengejek-ngejek aku,itu karna aku miskin dan keterbatasan.Tapi sahabatku tidak seperti itu.Bersyukurlah aku……..
Dia sering mengajakku kerumah-nya,dan aku pun sering mengajak nya kerumahku.Ia bernama DINDA dan aku bernama DITA.
Aku suka bercerita tentang hidupku kepadanya,itu karna ia bisa memberiku nasihat dan membuatku semangat,biarpun di ejek teman-temanku.Dinda adalah tife orang peceria,ia selalu ceria biar ada yang nakal kepada-nya ataupun jail,tidak seperti aku Cuma di ejek aja aku sudah merasa…….eeeeehhhhmmmm.

Pada suatu hari Dinda mengajakku jalan-jalan ke tempat bermain, aku saaaangat senang,kami bermain sepuas-nya,semua permainan kami coba,mulai dari komedi putar hingga rollkoster.sampai-sampai kami lupa waktu.sekarang sudah sore,akhirnya kami pulang kerumah masing-masing.

Selama aku tetap bersamanya,hidupku akan terasa senang dan bahagia, biar diejek teman-temanku,karena ada dinda yang selalu menghiburku.

Tapi……… pada suatu hari ia tak hadir ke sekolah, sehabis pulang sekolah aku kerumah-nya.Tapi apaa………….dirumahnya pun kosong,aku sangat bingung,kenapa hari ini dinda tak ada,biasanya kalau ia mau pergi ia selalu memberi tahuku.tapi kali ini tidak.Aku bingung seeeekali.
Besok harinya,disekolah dinda masih tidak hadir.Aku pun kembali lagi kerumah-nya,dan masih tidak ada orang-nya. Besok hari nya lagi disekolah ia tetap tidak hadir,kambali lagi aku kerumah-nya dan masih tidak ada.Setiap hari aku menunggnya di sekolah tapi ia tak kunjung hadir.setiap hari pun aku kerumahnya.dan dirumah-nya masih tak ada orang-nya.

Akhirnya,hari-hariku, ku lewati sendirian,tidak lagi bersamanya,hari-hari pun berjalan dengan buruk.Teman-temanku tak ada yang mau menjadi temanku,mungkin…itu karna hidupku yang miskin.

Disekolah aku hanya berdiam dan berdiam,di rumah pun aku melakukan-nya lagi,berdiam dan berdiam.

Sekarang tak ada lagi yang menghiburku saat-saat aku sedih,seperti ini.Tak ada lagi canda tawa,yang ada hanya tangisan rasa kesedihan.

Setelah dua bulan, hari-hari ku lewati sendirian dan berdiam diri,tanpa nya
Di depan pintu aku mendapat kan sepucuk surat,ku buka dan ku baca surat itu.

Buat Sahabatku
DITA

Dit…..Bagaimana kabarmu??Mudah-mudahan baik-baik aja nya.
Aku udah lama pingin nulis surat ini ke kamu tapi baru sekarang ada kesempatan.
Maaf yaa…..waktu itu aku gak ngasih kabar atas kepergianku,aku tidak bisa ngasih kabar karna malam itu aku dan keluargaku jalan-jalan ke taman malam.Tapi……….. saat aku mau nyebrang,aku tak tau bahwa ada mobil disebelah kiri ku,mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
Dengan cepat aku tertabrak,dan orang yang menabrak itu tak tau entah kemana.Pada saat itu juga aku dibawa kerumah sakit, “kata dokter aku mengalami luka yang sangat parah”.Jadi aku harus tetap dirawat dirumah sakit sampai sekarang pun aku harus tetap dirumah sakit.
Semenjak aku terbaring dirumah sakit aku sangat kesepian.tak ada lagi canda tawa dari mu dan tak ada lagi curahan –curahan hati mu.
Aku sangat bosan dirumah sakit ini.

Dah dulu nya Dit……………

Salam Manis Selalu,
Sahabatmu
Dinda.

Aku tak menyangka………………………
Ternyata dia tabrakan,aku sangat sedih,air mata ku mengalir.Rasa sedih mengalir dihati.aku akan mendoakanmu agar kita bisa bersama-sama lagi.(ucapku dalam hati)


Waktu trus berjalan, aku tak pernah lagi tau akan kabar dari Dinda.Selama 5 bulan sudah dinda dirawat dirumah sakit dan tak kunjung sembuh.aku saaaangat sedih.kenapa dinda tak kunjung sembuh.

Pada suatu hari aku diajak oleh ibuku untuk menengok dinda,aku sangaaat senang,karna aku bisa ketemu dinda,setelah sampai dirumah sakit hati terasa senang sekali.Sesampai disana aku meliat ruangan dinda dirawat terdengar tangisan keras.setelah ku hampiri ternyata dinda telah tiada.aku sangat terpukul akupun menangis tanpa rasa malu.
Dinda sahabatku semoga kau bahagia disana.


#By riska dian

terindah


disetiap pagiku sekolahku slalu aku temukan senyum manisnya dari doi. Senyum doi yang membuaku nyaman adalah sahabat daku yang memperdulikanku dengan diriku, mengertikan keinginan diriku, mem pahami sifatku dan dialah penyemangatku. Nama dia andre, dia pintarlah, dialah adik kelas daku. Duduk pada kelas XI Ips 3. aku salutnya dengan doi Dia bisa menasihatiku. ia sempatkan menjadi penyemangatku yang sangatlah lihainya. dialah mempunyai peran besarnya didalam hari hari daku.Pada suatu padasaat ku berangkat ke sekolah ku tak menemukan dia aku pun khawatir. Ada apakah dengan doi? Apakah doi berbaik-baik aja dia udah daku anggap sbagai adik daku sendiri ku sayang ia. doi tergolongkan anak yang gagah. Jdinya tak ada salahnya apabila banyak nya teman daku yang mungkinnya menyayangi dia. aku jua mempunyai 2 teman cewe. Namanya tari dan nina. Mungkinnya mereka tak suka jikalau aku mendekat sama andre. nina dn Tari slalu membuat hati aku memanas. Merekalah sering sekali mengarangkan cerita. kadang merekalah membuat daku cemburunya. doi cemburukan, iya dialah cemburu. Masa mereka membuatku berhubungan baiku sama adik aku renggang. Yng biasanya mendekat menjadi menjauh. Sempatlah trjadi mis komunikasi di antara aku dan andre. Entahlah mengapa ia menjauhi d diri aku, aku pun tidak tau apa alasannya.
Ber iringan waktu berjalan, aku slalu mengusahakan nyapa andre. dia adik aku walau bukanlah adek kandung daku, ku amat sayang dia. ku tidak mau dia menghilanglah dri kehidupan aku. aku mau berhubungan baikku dengan dia tetap menjalin. Ahirnya satu bulan dikemudian ia ber ubah. dia terhadir kmbali didalam hari daku. Kembalilah berbagikan kisah, bercandanya tertawanya, dan hal nya yang menyenangkan di lewati bersama dirinya. Sahabat aku, mimin dialah orng yang bisa membuat aku bersabar. ialah jga sahabatku yang paling baik. Skarang aaku merasakan menjauh dari nina dan Tari. dia dikarenakan aku tidak ska dengan sikap mereka, sikap ia dan aku merasa bersalah berteman ia. Dan sekarang daku menjauhi nya. iYa, untuk apaan! si temanan dengn mreka jikalau senantiasa tersakiti. aku bahagianya mengenal engkau adikku Tetap lah jadi temanku yang baik. Pada hari yang sangat Bahagia ialah disaat aku dan dia berfoto bersama dia, mengukirkan kenangan yang baik sebagai saudara aku. Kisah disekolah memanglah banyak yang memberikan kesan.


#By Riska dian

Cerpen persahabatan terlarang

Sejak pertemuan itu, aku dan Devan mulai bersahabat. Kami bertemu tanpa sengaja mencoba akrab satu sama lain, saling mengerti dan menjalani hari-hari penuh makna.Pesahabatan dengan jarak yang begitu dekat itu membuat kami semakin mengenal pentingnya hubungan ini.

Tak lama kemudian, aku harus pergi meninggalkannya. Sesungguhnya hatiku sangat berat untuk ini, tapi apa boleh buat. Pertemuan terakhirku berlangsung sangat haru, tatapan penuh canda itu mulai sirna dibalut dengan duka mendalam.

“Van maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, ya.” Kataku saat ia berdiri pas di depanku.

“kamu gak pernah salah Citra, semua yang udah kamu lakukan buat aku itu lebih dari cukup.”

“pleace, tolong jangan lupain aku, Van”

“ok, kamu nggak usah khawatir.” Sesaat kemudian mobilku melaju perlahan meninggalkan sesosok makhluk manis itu.

Ku lihat dari dalam tempatku duduk terasa pedih sangat kehilangan. Jika nanti kami dipertemukan kembali ingin ku curahkan semua rasa rinduku padanya. Itu janji yang akan selalu ku ingat. Suara manis terakhir yang memberi aku harapan.

Awalnya persahabatan kami berjalan dengan lancar, walau kami telah berjauh tempat tinggal. Pada suatu ketika, ibu bertanya tentang sahabat baruku itu.

“siapa gerangan makhluk yang membuatmu begitu bahagia, Citra?” tanya ibu saat aku sedang asyik chatingan dengan Devan.

“ini, ma. Namanya Devan. Kami berkenalan saat liburan panjang kemarin.”

“seganteng apa sich sampai buat anak mama jadi kayak gini?”

“gak tahu juga sih ma, pastinya keren banget deh, tapi nggak papah kan, Ma aku berteman sama dia.?”

“Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?”

“kami berbeda agama, Ma”

“hah??,” sesaat mama terkejut mendengar cerita ku. Tapi beliau mencoba menutupi rasa resahnya. Aku tahu betul apa yang ada di fikiran mama, pasti dia sangat tidak menyetujui jalinan ini. Tapi aku mencoba memberi alasan yang jelas terhadapnya.

Sehari setelah percakapan itu, tak ku temui lagi kabar dari Devan, aku sempat berfikir apa dia tahu masalah ini,,? Ku coba awali perbincangan lewat SMS..

“sudah lama ya nggak bertemu? Gimana kabarnya nech,,? “

Pesan itu tertuju kepadanya, aku masih ingat banget saat laporan penerimaan itu. Berjam-jam ku tunggu balasan darinya. Tapi tak ku lihat Hp ku berdering hingga aku tertidur di buatnya. Tak kusangka dia tak membalas SMS ku lagi.

Tak kusangka ternyata mama selalu melihat penampilan ku yang semakin hari semakin layu.

“citra, maafkan mama ya, tapi ini perlu kamu ketahui. Jauhi anak itu, tak usah kamu ladeni lagi.” Suara mama sungguh mengagetkan ku saat itu. Ku coba tangkap maknanya. Tapi sungguh pahit ku rasa.

“apa maksud mama?”

“kamu boleh kok berteman dengan dia, tapi kamu harus ingat pesan mama. Jaga jarak ya, jangan terlalu dekat. Mama takut kamu akan kecewa.”

“mama ngomong paan sih,? Aku semakin gak mengerti.”

“suatu saat kamu pasti bisa mengerti ucapan mama” mamapun pergi meninggalkan ku sendiri.. Aku coba berfikir tenteng ucapan itu. Saat ku tahu jiwa ini langsung kaget di buatnya.. tak terasa tangispun semakin menjadi-jadi dan mengalir deras di kedua pipiku. Mama benar kami berbeda agama dan nggak selayaknya bersatu kayak gini. tapi aku semakin ingat kenangan saat kita masih bersama.

Satu tahun telaj berlalu, bayangan tentangnya masih teikat jelas di haitku. Aku belum bisa melupakannya. Mungkin suatu saat nanti dia kan sadar betapa berharganya aku nutuknya.

Satu harapan dari hatiku yang paling dalam adalah bertemu dengannya dan memohon alasannya mengapa ia pergi dari hidupku secepat itu tanpa memberi tahu kesalahanku hingga membuat aku terluka.

Pernah aku menyesali pertemuan itu. Tapi aku menyadari betapa berartinya ia di hidupku. Canda tawa yang tinggal sejarah itu masih terlihat jelas di benakku dan akan selalu ku kenang menjadi bumbu dalam kisah hidupku.

Devan, kau adalah sahabat yang paling ku banggakan. Aku menunggu cerita-ceritamu lagi. Sampai kapanpun aku akan setia menunggu. Hingga kau kembali lagi menjalani kisah-kisah kita berdua.

TAMAT


#By Riska dian